Duhai hati, setiap detak dari detak-detakmu adalah per­asaan … per­asaan yang bergulung-gulung tak ubah­nya seperti ombak lautan. Hanya saja, sesekali ada saat-saat yang tenang di sela-sela ombak itu. Itulah masa tenang yang men­dahului datang­nya badai. Ya, badai yang meng­em­paskan kelalaian dan cap ke dalam hati, sehingga diasum­sikan akan mem­buat hati kem­bali terlelap.