<?xml version="1.0" encoding=""?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AbulaMedia.com &#187; kesuksesan</title>
	<atom:link href="http://abulamedia.com/tag/kesuksesan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abulamedia.com</link>
	<description>Belajar ngeBlog dengan Hati untuk Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 19:12:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<image>
  <link>http://abulamedia.com</link>
  <url>http://abulamedia.com/wp-content/uploads/2010/01/pavicon.ico</url>
  <title>AbulaMedia.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Belajar dari Prinsip dan Kiat Sukses</title>
		<link>http://abulamedia.com/2009/10/26/belajar-dari-prinsip-dan-kiat-sukses/</link>
		<comments>http://abulamedia.com/2009/10/26/belajar-dari-prinsip-dan-kiat-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 17:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abula</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mindset]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[EQ]]></category>
		<category><![CDATA[IQ]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[kiat sukses]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip]]></category>
		<category><![CDATA[SQ]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://decib.wordpress.com/2009/04/04/belajar-dari-prinsip-dan-kiat-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang berhasil meraih suatu kesuksesan, secara umum memiliki kesamaan prinsip dasar. Mereka memiliki keyakinan yang kuat, kepercayaan yang tinggi, motivasi yang senantiasa besar, disiplin yang teguh, etos kerja yang baik, dan memiliki hubungan antar sesama manusia yang erat dengan penuh kesantunan. Selain itu, mereka juga memiliki visi, misi, serta memiliki tujuan hidup yang jelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Orang-orang</strong> yang berhasil meraih suatu kesuksesan, secara umum memiliki kesamaan prinsip dasar. Mereka memiliki keyakinan yang kuat, kepercayaan yang tinggi, <a title="Menjaga Motivasi dengan Syukur" href="http://abulamedia.com/2009/10/05/menjaga-motivasi-dengan-syukur/" target="_blank">motivasi</a> yang senantiasa besar, disiplin yang teguh, etos kerja yang baik, dan memiliki hubungan antar sesama manusia yang erat dengan penuh kesantunan. Selain itu, mereka juga memiliki visi, misi, serta memiliki <a title="Fokus pada Tujuan" href="http://abulamedia.com/2009/10/09/fokus-pada-tujuan/" target="_blank">tujuan hidup yang jelas dan spesifik</a>. Mereka juga ulet, dinamis, tahan banting, sabar dan tidak gegabah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita mungkin kagum pada pemain tenis, bulu tangkis, atau sepak bola, yang di usia muda telah menjadi juara dunia. Mereka tentunya memiliki motivasi yang besar serta tekad yang kuat untuk meraih kesuksesan. Proses panjang telah mereka lalui untuk menggapai puncak kesuksesannya. Mungkin ribuan hari telah mereka lalui untuk melatih diri saat teman seusia mereka bersantai ria.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita pasti kagum pada <a href="http://filsafatugm.wordpress.com/2009/03/17/plato/" target="_blank">Plato</a>, penulis Yunani Kuno yang karyanya masih diminati hingga kini setelah ditulis ribuan tahun yang lalu; pada <a href="http://yasinta.wordpress.com/2008/09/04/mahatma-gandhi-dan-empat-teori-perilaku-kepemimpinan/" target="_blank">Mahatma Gandhi</a>, yang prakarsa perdamaiannya menginspirasi orang di luar batas negerinya; pada <a href="http://aryansah.wordpress.com/2009/04/04/kenapa/" target="_blank">Kahlil Gibran</a>, penulis puisi yang syair-syairnya menyentuh kalbu pembacanya; pada Tanri Abeng, manajer satu milyar; pada <a title="Bill Gates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates" target="_blank">Bill Gates</a>, si raja Software; dan pada orang-orang yang telah meraih sukses gemilang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-224"></span>Mulai saat ini, jangan berhenti pada level “kagum” itu. Pilihlah tokoh yang paling kita kagumi, lalu pelajari jalan hidup mereka. Perhatikan proses perjuangan mereka untuk meraih prestasi yang kita kagumi tu. Dan tidak kalah pentingnya adalah pelajarilah prinsip dan kebiasaan hidup mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa studi telah dilakukan untuk mengetahui <a title="Rahasia Sukses" href="http://coretan2swastika.wordpress.com/2009/02/19/rahasia-sukses/" target="_blank">rahasia sukses</a> atau <a href="http://ridajuntak.wordpress.com/2009/04/04/my-first-blog/" target="_blank">keberhasilan</a>. Pada awalnya, <strong>IQ (<em>Intelligency Quotient</em>)</strong>, dinilai sebagai faktor dominan. Dalam <strong>IQ</strong> termasuk taraf kecerdasan, daya nalar, logika, daya ingat, daya antisipasi, kemampuan memahami konsep bahasa, hitungan, kemampuan analisis, dan kreativitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, mengemuka <strong>EQ (<em><a href="http://rickynugrahasetiawan.wordpress.com/2009/04/04/bagaimana-memperoleh-kebahagian/" target="_blank">Emotional Quotient</a></em>)</strong>, yang memegang peran lebih penting. Mereka yang memiliki kematangan <strong>EQ</strong> mampu memecahkan masalah dan mengatasi masalah emosional dan sosial. Mereka lebih bisa mengendalikan amarah, memiliki kemampuan membangun relasi dengan orang lain, bertanggung jawab, dan memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi. Aspek penting <strong>EQ</strong> antara lain: kesadaran dan penempatan diri, empati, kontrol emosi, toleransi, daya juang dan relasi sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian selanjutnya kita mengenal <strong>SQ (<em>Spiritual Quotient</em>)</strong> yang membantu kita untuk melihat keberhasilan sebagai wujud keseimbangan hidup: antara dunia dan akhirat, material dan spiritual, jasmani dan rohani, rasionalitas dan spiritualitas, menerima dan memberi. <strong>SQ</strong> ini mengajarkan keikhlasan, bisnis beretika, kerendah-hatian, dan kemauan untuk berbagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini kita mengenal lagi yang namanya <strong>AQ (<em>Adversity Quotient</em>)</strong> yang mengajarkan lagi satu prinsip dasar untuk sukses yaitu kemauan untuk bertahan di tengah halangan dan tantangan. Dengan <strong>AQ</strong> orang tidak mudah menyerah. Jika dianalogikan setiap orang itu ibarat seorang pendaki. Sukses tidaknya pendakian, tergantung oleh <strong>AQ</strong> atau daya tahan dan daya juangnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>AQ</strong> juga menganalisis kategori orang menjadi 3 kategori, yaitu:<strong></strong></p>
<ol>
<li><strong>The Quitter</strong>, orang yang cepat menyerah. Sebelum mulai berjuang dia sudah menyatakan ketidakmampuan, menyerah sebelum berperang. Orang ini masuk ke dalam kategori gagal.</li>
<li><strong>The Campers</strong>, yaitu mereka yang mendaki gunung, tapi baru tiba dilereng sudah berhenti untuk membuka tenda dan memutuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak.</li>
<li><strong>The Climbers</strong>, mereka ini adalah orang yang tidak mengenal rintangan. Ia bisa saja atau mungkin saja jatuh, tapi ia akan bangkit kembali dan melanjutkan perjalanan dan berhenti hanya ketika mencapai puncak.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Nah, sekarang mari kita menganalisis diri.  Kita lihat dimanakah kekuatan diri melalui aspek <strong>IQ</strong>, <strong>EQ</strong>, <strong>SQ</strong> dan <strong>AQ</strong>. Apakah kita memiliki keseimbangan / kematangan dari seluruh ukuran keberhasilan tersebut. Yakinilah bahwa setiap kita diciptakan istimewa oleh Sang Pencipta. Mari menggali dan mengembangkan kekuatan khusus diri kita masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abulamedia.com/2009/10/26/belajar-dari-prinsip-dan-kiat-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

