Waktu merupakan payung dan esensi kehidupan manusia yang harus diisi dengan gerak. Hidup akan bermakna selama kita sendiri memberikan makna terhadap waktu.Waktu merupakan rangkaian saat, momen, kejadian, atau batas awal dan akhir sebuah peristiwa. Seseorang yang menyia-nyiakan waktu, berarti dia sedang mengurangi makna hidupnya. Bahkan, kesengsaraan manusia bukanlah terletak pada kurangnya harta, tetapi justru karena membiarkan waktu berlalu tanpa makna.
Orang-orang yang sukses itu identik dengan tipe manusia yang sangat berdisiplin terhadap waktu. Mereka berhasil menundukkan waktu dalam penggalan-penggalan kegiatan, rencana-rencana, dan target-target yang harus diraih. Waktu merupakan ukuran paling berharga dalam setiap kegiatan dan kehidupan.
Hidup yang paling bermakna adalah hidup yang menempatkan pengertian bahwa hidup adalah perjalanan waktu menuju kematian. Sehingga, waktu menjadi pendorong untuk mengisi makna hidup dan memanfaatkan waktu untuk membina hubungan dengan lingkungan.
Makna hidup akan terasa berbinar dan cemerlang ketika kita mampu menggerakkan jasmani. Selanjutnya, diarahkan oleh hati nurani yang paling dalam untuk tumbuh sebagai makhluk mulia di muka bumi dengan memberikan makna terhadap waktu yang melekat pada kehidupan.
Cara Pandang, keyakinan, dan penghargaan kita terhadap waktu merupakan bagian dari ciri kita sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu karena dia menyadari resiko kerugian bila membiarkan waktu berlalu tanpa makna. ***