Kepercayaan pun berlaku ketika seseorang dihinggapi perasaan ragu. Saat seseorang merasakan keraguan, pada saat itu juga kepercayaannya sedang teralamat kepada keraguannya.
Semakin lama keraguan dibiarkan menjalari diri, semakin lama juga keraguan dipercayai. Akhirnya keraguan itu berhasil merubah posisinya menjadi suatu kepercayaan.
Percaya diri berarti mempercayai diri sendiri sepenuhnya dan berupaya untu meminilasir keraguan kepadanya.
Belajar ngeblog benar-benar tiada henti dan seolah tak berujung. Semakin mengetahui satu hal semakin banyak hal tidak diketahui. Mengenal satu, seribu hal tidak dikenal. Itulah (mungkin) yang saya alami dalam prosesi belajar ngeblog melalui AbulaMedia.com.
Apalagi saya tidak atau belum membatasi diri untuk mencoba fokus dalam satu hal untuk digeluti. Kalau boleh menjuluki diri, mungkin, saya termasuk blogger angin (karena sering masuk angin :malu ). Dengan kata lain, pengaruh terbesar dalam arah ngeblog saya adalah angin. Sebagaimana layaknya angin, yang tidak tetap bergerak ke satu arah. Kadang ke utara, selatan, barat, timur. Terkadang juga kencang, semilir, sepoi-sepoi, menderu.
Read the rest of this entry »
republish dari: decib.
Informasi bisa menjadi obat dan bisa juga menjadi penyakit. Informasi bisa menjadi solusi dan bisa juga menjadi masalah.
Dalam Informasi terkandung penapsiran dan proyeksi. Informasi merupakan pengetahuan dalam bentuk fakta atau pendapat terolah yang diterima seseorang. Dari sudut penerima, informasi itu dianggap sebagai suatu proses yang terjadi di dalam jiwa manusia apabila suatu masalah dan data yang berguna untuk pemecahan datang kepadanya. Oleh karena itu, informasi adalah stimulus yang dipahami melalui indera.
Bencana gempa bumi telah menggetarkan nurani kita. Tidak dinyana beberapa wilayah di pulau jawa menjadi porak poranda. Gempa bumi pula telah menguak tabir. Keterharuan menghinggapi hati setiap insan. Dalam serba keterbatasan, rakyat bahu membahu mengirim bantuan. Makanan, pakaian, obat-obatan, tenda, dan tentu saja uang. Bencana ini, mengajari kita, dalam segala kemegahan apa pun, kita tidak boleh takabur. Nyawa manusia sebagai insan, bukanlah apa-apa di hadapan alam dan Sang Maha Khalik.
Berbagai komentar, dialog, dan obrolan pun kerap mengiringi peristiwa bencana. Berikut ini saya tuliskan cuplikan dialog (obrolan) di sebuah masjid kecil pasca shalat tarawih (sebelum jamaah tarawih pulang, sudah biasa ngobrol-ngobrol dulu):