SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Cara Pandang Terhadap Esensi Waktu
Oct 27th, 2009 by Abula

Waktu merupakan payung dan esensi kehidupan manusia yang harus diisi dengan gerak. Hidup akan bermakna selama kita sendiri memberikan makna terhadap waktu.Waktu merupakan rangkaian saat, momen, kejadian, atau batas awal dan akhir sebuah peristiwa. Seseorang yang menyia-nyiakan waktu, berarti dia sedang mengurangi makna hidupnya. Bahkan, kesengsaraan manusia bukanlah terletak pada kurangnya harta, tetapi justru karena membiarkan waktu berlalu tanpa makna.

Orang-orang yang sukses itu identik dengan tipe manusia yang sangat berdisiplin terhadap waktu. Mereka berhasil menundukkan waktu dalam penggalan-penggalan kegiatan, rencana-rencana, dan target-target yang harus diraih. Waktu merupakan ukuran paling berharga dalam setiap kegiatan dan kehidupan.

Hidup yang paling bermakna adalah hidup yang menempatkan pengertian bahwa hidup adalah perjalanan waktu menuju kematian. Sehingga, waktu menjadi pendorong untuk mengisi makna hidup dan memanfaatkan waktu untuk membina hubungan dengan lingkungan.

Makna hidup akan terasa berbinar dan cemerlang ketika kita mampu menggerakkan jasmani. Selanjutnya, diarahkan oleh hati nurani yang paling dalam untuk tumbuh sebagai makhluk mulia di muka bumi dengan memberikan makna terhadap waktu yang melekat pada kehidupan.

Cara Pandang, keyakinan, dan penghargaan kita terhadap waktu merupakan bagian dari ciri kita sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu karena dia menyadari resiko kerugian bila membiarkan waktu berlalu tanpa makna. ***

Belajar dari Prinsip dan Kiat Sukses
Oct 26th, 2009 by Abula

Orang-orang yang berhasil meraih suatu kesuksesan, secara umum memiliki kesamaan prinsip dasar. Mereka memiliki keyakinan yang kuat, kepercayaan yang tinggi, motivasi yang senantiasa besar, disiplin yang teguh, etos kerja yang baik, dan memiliki hubungan antar sesama manusia yang erat dengan penuh kesantunan. Selain itu, mereka juga memiliki visi, misi, serta memiliki tujuan hidup yang jelas dan spesifik. Mereka juga ulet, dinamis, tahan banting, sabar dan tidak gegabah.

Kita mungkin kagum pada pemain tenis, bulu tangkis, atau sepak bola, yang di usia muda telah menjadi juara dunia. Mereka tentunya memiliki motivasi yang besar serta tekad yang kuat untuk meraih kesuksesan. Proses panjang telah mereka lalui untuk menggapai puncak kesuksesannya. Mungkin ribuan hari telah mereka lalui untuk melatih diri saat teman seusia mereka bersantai ria.

Kita pasti kagum pada Plato, penulis Yunani Kuno yang karyanya masih diminati hingga kini setelah ditulis ribuan tahun yang lalu; pada Mahatma Gandhi, yang prakarsa perdamaiannya menginspirasi orang di luar batas negerinya; pada Kahlil Gibran, penulis puisi yang syair-syairnya menyentuh kalbu pembacanya; pada Tanri Abeng, manajer satu milyar; pada Bill Gates, si raja Software; dan pada orang-orang yang telah meraih sukses gemilang.

Read the rest of this entry »

Sekilas Tentang Manusia
Oct 24th, 2009 by Abula

TUBUH kita terdiri atas 200 bentuk tulang berbeda yg terangkai dan tesusun secara sempurna. Tulang-tulang tersebut dibungkus dengan milyaran serat otot yg terkoordinasi secara apik oleh jaringan syaraf yang panjangnya tidak kurang dari 10.000 meter.

Jantung kita adalah pompa mekanik yang sangat mengagumkan. Ia berdenyut rata-rata 36.000.000 kali per tahun sepanjang hidup kita. Ia tak pernah beristirahat untuk melaksanakan tugasnya memompa darah melalui pembuluh darah yg panjangnya tidak kurang dari 60.000 mil atau 2,5 kali keliling bumi.

Otak kita merupakan super komputer canggih. Ia mengendalikan lebih dari 100 tugas secara bersamaan di dalam tubuh kita.

Setiap kita adalah unik. Setiap kita adalah berbeda satu sama lainnya. Tidak ada satupun manusia yg sama, bahkan saudara kembar pun tidak sama.

Setiap kita juga memiliki kelebihan dan kekuatan yg berbeda satu sama lain. Keyakinan inilah yg harus senantiasa menjiwai setiap pergumulan dan upaya kita meraih hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

Demikian, semoga bermakna.

Pengemban Amanah Rakyat
Oct 22nd, 2009 by Abula

Berangkat dari kesadaran bahwa pembangunan didanai uang rakyat, maka ‘Pemerintah yang Melayani’ bukanlah sekedar imbauan moral. Ia adalah kewajiban, konsekuensi logis dari transaksi ijab qobul amanah rakyat, yang harus dipikul dan ditegakkan.
Kesadaran akan bahaya ‘kekuasaan’ telah sering digaungkan. ”Kekuasaan cenderung korup (menyimpang), kekuasaan yang absolut cenderung (menyimpang) secara absolut. Kesadaran ini harus memenuhi ruang pemikiran dan hati kita, karena kalau pun kita lolos di dunia, namun pasti kita dicegat di ”Hari Pengadilan Akhirat”. Apalagi ada kemungkinan besar, kita pun sulit lolos dari pengadilan dunia.
Kesadaran ini harus secara merata dimiliki oleh segenap penyelenggara pemerintahan, alim ulama, tokoh masyarakat hingga masyarakat secara keseluruhan. Sebagus apa kualitas demokrasi kita adalah sekuat apa kita menjaga / mengawal amanah rakyat.
Demikian, dan selamat bertugas para Pengemban Amanah Rakyat.
Satu Tambah Satu Sama Dengan Empat
Oct 20th, 2009 by Abula

bekerja_sama_abulamedia

Ketika dua orang bekerja bersama untuk mewujudkan suatu tujuan, mereka biasanya dapat mencapainya dua kali lebih cepat daripada bekerja sendirian.


republish dari: decib.

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa