Pertama kali mengenal blog entah sejak kapan pastinya. Yang saya ingat, waktu itu diakhir November 2008 ketika berselancar di dunia maya melalui hp, ada banyak sekali webpage yang saya singgahi mencantumkan kata WordPress di alamat url-nya.
Saya pun mencari informasi tentang WordPress. Ternyata WordPress adalah layanan gratis dalam membuat weblog (blog). Waktu itu, yang saya tahu tentang blog adalah situs pribadi yang bisa diisi apa saja oleh penggunanya. Saya pun membuat akun di WordPress dan langsung membuat postingan (masih via hp).
Read the rest of this entry »
Belajar ngeblog benar-benar tiada henti dan seolah tak berujung. Semakin mengetahui satu hal semakin banyak hal tidak diketahui. Mengenal satu, seribu hal tidak dikenal. Itulah (mungkin) yang saya alami dalam prosesi belajar ngeblog melalui AbulaMedia.com.
Apalagi saya tidak atau belum membatasi diri untuk mencoba fokus dalam satu hal untuk digeluti. Kalau boleh menjuluki diri, mungkin, saya termasuk blogger angin (karena sering masuk angin :malu ). Dengan kata lain, pengaruh terbesar dalam arah ngeblog saya adalah angin. Sebagaimana layaknya angin, yang tidak tetap bergerak ke satu arah. Kadang ke utara, selatan, barat, timur. Terkadang juga kencang, semilir, sepoi-sepoi, menderu.
Pesatnya kemajuan teknologi mobile, sekarang hari ini hampir semua ponsel dilengkapi dengan kemampuan surfing internet. Hal tersebut, menjadikan semakin banyak orang yang mengakses situs melalui ponsel mereka setiap hari. Hal ini menjadikan para webmaster untuk dapat menyesuaikan situs yang mereka kelola bagi para pengunjung mobile.
BerikutĀ ini 5 plugin mobile untuk WordPress yang dapat digunakan untukĀ membuat situs Web menjadi mobile friendly.
Akhir-akhir ini aktiviatas blogwalking saya nyaris terhenti. Selain kesibukan offline, sempat sakit selama sepekan, dan yang paling mematikan semangat blogwalking adalah komentar-komentar saya selalu dianggap SPAM.
Semula saya berlogika dengan seringnya berkomentar, meskipun masuk spam, berharap sang empunya blog mengeluarkan komentar saya dari keranjang SPAM. Jika hal itu terus saya lakukan, pasti komentar saya dengan sendirinya tidak akan dianggap spam. Akan tetapi, logika saya tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Dengan kata lain, komentar selalu masuk spam alias tidak muncul.
Karena saya menyadari akan pentingnya blogwalking, khususnya menjejakkan komentar di blog yang saya kunjungi, saya pun bertekad mengatasi permasalahan ini. Saya pun akhirnya mencoba menghubungi Akismet, yang notabene sebagai tool anti-spam yang banyak digunakan oleh pemilik blog bermesin wordpress.
Berikut ini langkah-langkah menghubungi Akismet yang saya lakukan:
WordPress dengan fasilitas import-nya memberikan pilihan untuk dapat mengembalikan konten blog kita, termasuk posting dan komentar, settingan theme, settingan plugins dan yang lainnya. Namun, untuk import semua, secara keseluruhan, kita tetap perlu melakukan backup terhadap blog kita.
Bagaimanapun internet pasti memiliki sisi lemah. Selain itu pula, tidak ada jaminan bahwa sebuah perusahaan hosting atau server benar-benar terlindungi dari serangan virus, spyware, serangan malware, dan serangan hacker. Dalam hal ini, backup-an blog benar-benar menjadi benteng pertahanan terakhir.