komentar_dianggap_spamAkhir-akhir ini aktiviatas blogwal­king saya nyaris ter­henti. Selain kesibukan offline, sem­pat sakit selama sepekan, dan yang paling mematikan semangat blogwal­king adalah komentar-komentar saya selalu diang­gap SPAM.

Semula saya ber­logika dengan sering­nya ber­komen­tar, mes­kipun masuk spam, ber­harap sang empunya blog meng­eluarkan komen­tar saya dari keran­jang SPAM. Jika hal itu terus saya lakukan, pasti komen­tar saya dengan sen­dirinya tidak akan diang­gap spam. Akan tetapi, logika saya ter­sebut ter­nyata tidak sepenuh­nya benar. Dengan kata lain, komen­tar selalu masuk spam alias tidak muncul.

Karena saya menyadari akan pen­ting­nya blogwal­king, khusus­nya men­jejakkan komen­tar di blog yang saya kun­jungi, saya pun ber­tekad meng­atasi per­masalahan ini. Saya pun akhir­nya men­coba meng­hubungi Akis­met, yang notabene seba­gai tool anti-spam yang banyak digunakan oleh pemilik blog ber­mesin wordpress.

Ber­ikut ini langkah-langkah meng­hubungi Akis­met yang saya lakukan:

Masuk ke alamat ini (Con­tact Akismet)

  • Pada pilihan Pur­pose: saya memilih I think Akismet is catching my comments by mistake.
  • Selan­jut­nya saya meng­isi form yang disediakan, yang meliputi: Kode anti-spam, Nama, Alamat e-mail, Url Blog, API key (apabila meng­etahuinya) dan Isi Pesan.
  • Isi pesan yang saya isikan adalah : My comments that I post on other blogs seem to go straight to the spam folder and thus never get published. Please don’t treat this as spam due to I didn’t do spam activities.
  • Yang ter­akhir klik Submit.

Setelah menunggu beberapa saat, saya pun menerima e-mail balasan dari Akis­met seba­gai berikut:

From: Mark

Subject: Re: [akismet-fp] Con­tact form

Sorry for the problem.  I believe it is fixed now.

Please note that Akis­met is not a blac­klist.  Your com­ments may not be published on some blogs if the owners of those blogs have indicated they believe them to be spam.

Mark

Saya pun lang­sung men­coba ber­komen­tar di blog yang biasanya meng­ang­gap komen­tar saya sebagi spam. Dan hasil­nya, ter­nyata komen­tar saya lang­sung mun­cul, alias tidak masuk spam lagi. (ketika tulisan ini dipos­ting baru 2 blog yang saya coba komen­tari).

Related Post