Dari mata turun ke hati, yang berarti hasil dari pandangan (termasuk pendengaran) bukan sekadar terasa di mata dan telinga tetapi akan bersambung dan berkesan di hati.
Kalau apa yang kita pandang dan dengar itu baik, hati kita akan menerima kebaikannya. Sebaliknya kalau yang kita pandang dan dengar itu maksiat dan mungkar, hati kita akan berisi kejahatan dan kemungkaran itu.
Hati yang senantiasa menerima pandangan dan pendengaran yang mungkar akan menjadi hati yang gelap dan pekat, buta dari melihat keagungan-Nya. Begitu juga sebaliknya.
Mari kita pelihara hati kita dengan menjaga pandangan dan pendengaran hanya kepada yang dapat mengingatkan kita kepada-Nya, merasa takut pada-Nya, dan untuk berbakti pada-Nya.
Akhirnya, dari mata turun ke hati.