Sebenar­nya saya sudah melupakan pengalaman (cerita) besepeda ini. Tapi, seper­tinya pengalaman ber­sepeda ini tak mung­kin dapat ter­lupakan. Sebuah tanda, jejak cidera akibat kecelakaan ber­sepeda ini akan senan­tiasa ada mem­bekas di bagian tubuh ini.

cidera_kecelakaan_bersepeda
Waktu itu, di bulan Ramadhan men­jelang Idul Fitri. Usia kelas 5 SD. Hari Minggu. Seperti biasa sehabis meng­ikuti ceramah ba’da Shubuh, saya dan teman-teman seusia ber­sepeda di jalan desa.

Jalan desa yang kami gunakan untuk ber­sepeda merupakan jalan dengan kon­disi kemiringan yang cukup ter­jal. Ber­ba­gai tan­jakan dan pudunan pun men­jadi jalur lin­tasan kegiatan ber­sepeda yang mau tidak mau harus kami nikmati.

Ketika itu, saya dengan sepeda butut­nya melin­tasi jalur datar dengan sedikit turunan. Semakin lama jalur yang saya tem­puh semakin curam. Kecepatan sepeda yang saya tung­gangi pun semakin cepat. Saya pun men­coba untuk meng­erem sepeda. Eh, ter­nyata rem yang hanya satu ter­pasang di ban belakang ter­sebut 100% tak ber­fungsi. Pengereman dengan kaki pun tak dapat dilakukan karena keting­gian sepeda melebihi keting­gian sang penunggang.

Akhir­nya, sebuah keputusan ter­lahir disaat ter­desak. Tetap diam di atas sepeda sam­pai ke dasar jalan ter­curam. Semakin lama semakin cepat, cepat, cepat, dan cepat. Dan akhir­nya, GUBRAKKK! Sebuah rasa ngilu ter­asa sejenak di kepala. Saya pun mem­bang­kitkan diri, tengok kiri kanan, sepi. Bang­kitkan sepeda, ter­nyata sudah tak bisa di tung­gangi. Ban depan­nya sudah tidak bulat lagi.

pengalaman bersepeda abula

Akhir­nya, sepeda pun saya pikul pulang ke rumah dengan ber­gegas. Takut diketahui oleh teman-teman kalau saya baru saja ter­jatuh dari sepeda. Tiba di rumah, sepeda saya saya biarkan ter­geletak di halaman setelah menen­dang­nya. Saya pun masuk ke kamar lalu tidur karena ber­asa pusing serta agar dapat tun­tas ber­puasa di hari itu.

Sejak saat itu, saya memutuskan untuk tidak ber­sepeda lagi.

————————————————————–

Tulisan ini disajikan dalam rangka turut serta memeriahkan acara “Pengalaman meng­esankan dalam ber­sepeda” gelaran­nya Mas Isro di Ham­berqu.

————————————————————–

Related Post