Orang yang baik adalah orang yang sehat mentalnya, dan orang yang sehat mentalnya, tentu saja, akan mampu mengecap kebahagiaan.
Orang yang sehat fisiknya bisa mengecap segala macam kesenangan jasmaninya, seperti merasakan berbagai macam rasa makanan atau minuman yang disantapnya. Ketika terserang penyakit flu dan sejenisnya, misalnya, kita terkadang mengalami mati rasa, ketika tidak bisa membedakan rasa manis, asin, atau pahit. Ini terjadi ketika fisik kita sakit. Namun jika fisik kita sehat, bukan saja bisa membedakan aneka rasa, tetapi juga dapat mengenali perbedaan tingkatan rasa, seperti terlalu manis, kurang manis, atau tidak manis.
Demikian pula kalau jiwa (mental) kita sakit, misalnya, ketika kita mengidap penyakit iri (dengki). Kita yang semestinya merasakan kebahagiaan dengan penghasilan yang biasa, karena penyakit dengki, jadi tidak merasa bahagia. Seperti juga ketika tetangga kita (atau siapa pun di sekitar kita) lebih beruntung dari kita, karena ada dengki di dalam diri, kita pun merasa tersiksa dan bahkan menderita. Jadi, dalam hal ini, penyakit dengki bisa menghapus rasa bahagia yang selama ini (yang seharusnya) kita rasakan.
Seperti halnya tubuh yang perlu mendapatkan perawatan, mental pun perlu dan penting mendapatkan perawatan. Dikala tubuh sehat ia harus dijaga agar tetap sehat, dan ketika tubuh sakit ia harus segera diobati agar dapat kembali sehat. Begitu juga dengan mental, saat mental dalam kondisi sehat ia mesti dijaga agar tidak jatuh sakit dan harus segera dipulihkan kesehatannya tatkala ia terserang penyakit mental.
Dalam rangka memelihara kesehatan mental, berikut ini lima tips untuk merawat kesehatan mental.
- Cermat mencari teman baik dan jangan mendapat teman yang jahat, karena sekali mendapatkan teman yang jahat niscaya kita akan menduplikasi tabiat mereka tanpa disadari.
- Menjaga kesiap-siagaan akal dengan cara berolah pikir supaya tidak jatuh ke dalam perangkap kemalasan.
- Memelihara kesucian dan kehormatan diri kita dengan tidak merangsang atau mengumbar syahwat.
- Senantiasa menyelaraskan (melakukan upaya sikronisasi) antara rencana dan tindakan agar kita tidak terjerat ke dalam jaringan kebiasaan buruk.
- Berusaha memperbaiki diri dengan cara senantiasa mengoreksi kekurangan diri sendiri.
Orang yang baik adalah orang yang sehat mentalnya, dan orang yang sehat mentalnya, tentu saja, akan mampu mengecap kebahagiaan. Selamat merawat kesehatan mental dan raihlah kebahagiaan.