Seorang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia (sewaktu SMA, baheula) per­nah ber­kata, “Kita cen­derung takut men­cipta kata. Akibat­nya, istilah asing terus mem­ban­jiri bahasa Indonesia, dan KBBI pun semakin tebal dengan kata serapan. Sebagian orang menerimanya dengan lapang dada dan meng­atakan, ‘bahwa hal ini tak dapat dihin­dari dalam era globalisasi dan keter­bukaan’. Sebagian lagi memp­rihatin­kan­nya karena ini menun­jukkan kita mau mudah­nya saja dan enggan meng­gali kekayaan kosakata kita sen­diri. Padahal, orang bijak meng­atakan: ‘Bahasa menun­jukkan bangsa’.”

Meng­enang per­nyataan sang guru ter­sebut saya pun ber­niat untuk merenungkan per­nyataan ter­sebut. Nah, karena Saya akan merenung, silakan Anda ber­komen­tar meng­enai judul pos­ting ini. Sehingga nan­tinya, hasil saya merenung plus komentar-komentar Anda, akan saya renungkan kem­bali atau bahkan men­jadi pos­tingan di blog ini. Yang tentu saja merupakan tin­dak lan­jut dari Bahasa adalah Budaya Bangsa.

Mari … silakan berkomentar.

Related Post