Belajar dari Prinsip dan Kiat Sukses

Orang-orang yang berhasil meraih suatu kesuksesan, secara umum memiliki kesamaan prinsip dasar. Mereka memiliki keyakinan yang kuat, kepercayaan yang tinggi, motivasi yang senantiasa besar, disiplin yang teguh, etos kerja yang baik, dan memiliki hubungan antar sesama manusia yang erat dengan penuh kesantunan. Selain itu, mereka juga memiliki visi, misi, serta memiliki tujuan hidup yang jelas dan spesifik. Mereka juga ulet, dinamis, tahan banting, sabar dan tidak gegabah.

Kita mungkin kagum pada pemain tenis, bulu tangkis, atau sepak bola, yang di usia muda telah menjadi juara dunia. Mereka tentunya memiliki motivasi yang besar serta tekad yang kuat untuk meraih kesuksesan. Proses panjang telah mereka lalui untuk menggapai puncak kesuksesannya. Mungkin ribuan hari telah mereka lalui untuk melatih diri saat teman seusia mereka bersantai ria.

Kita pasti kagum pada Plato, penulis Yunani Kuno yang karyanya masih diminati hingga kini setelah ditulis ribuan tahun yang lalu; pada Mahatma Gandhi, yang prakarsa perdamaiannya menginspirasi orang di luar batas negerinya; pada Kahlil Gibran, penulis puisi yang syair-syairnya menyentuh kalbu pembacanya; pada Tanri Abeng, manajer satu milyar; pada Bill Gates, si raja Software; dan pada orang-orang yang telah meraih sukses gemilang.

Mulai saat ini, jangan berhenti pada level “kagum” itu. Pilihlah tokoh yang paling kita kagumi, lalu pelajari jalan hidup mereka. Perhatikan proses perjuangan mereka untuk meraih prestasi yang kita kagumi tu. Dan tidak kalah pentingnya adalah pelajarilah prinsip dan kebiasaan hidup mereka.

Beberapa studi telah dilakukan untuk mengetahui rahasia sukses atau keberhasilan. Pada awalnya, IQ (Intelligency Quotient), dinilai sebagai faktor dominan. Dalam IQ termasuk taraf kecerdasan, daya nalar, logika, daya ingat, daya antisipasi, kemampuan memahami konsep bahasa, hitungan, kemampuan analisis, dan kreativitas.

Setelah itu, mengemuka EQ (Emotional Quotient), yang memegang peran lebih penting. Mereka yang memiliki kematangan EQ mampu memecahkan masalah dan mengatasi masalah emosional dan sosial. Mereka lebih bisa mengendalikan amarah, memiliki kemampuan membangun relasi dengan orang lain, bertanggung jawab, dan memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi. Aspek penting EQ antara lain: kesadaran dan penempatan diri, empati, kontrol emosi, toleransi, daya juang dan relasi sosial.

Kemudian selanjutnya kita mengenal SQ (Spiritual Quotient) yang membantu kita untuk melihat keberhasilan sebagai wujud keseimbangan hidup: antara dunia dan akhirat, material dan spiritual, jasmani dan rohani, rasionalitas dan spiritualitas, menerima dan memberi. SQ ini mengajarkan keikhlasan, bisnis beretika, kerendah-hatian, dan kemauan untuk berbagi.

Kini kita mengenal lagi yang namanya AQ (Adversity Quotient) yang mengajarkan lagi satu prinsip dasar untuk sukses yaitu kemauan untuk bertahan di tengah halangan dan tantangan. Dengan AQ orang tidak mudah menyerah. Jika dianalogikan setiap orang itu ibarat seorang pendaki. Sukses tidaknya pendakian, tergantung oleh AQ atau daya tahan dan daya juangnya.

AQ juga menganalisis kategori orang menjadi 3 kategori, yaitu:

  1. The Quitter, orang yang cepat menyerah. Sebelum mulai berjuang dia sudah menyatakan ketidakmampuan, menyerah sebelum berperang. Orang ini masuk ke dalam kategori gagal.
  2. The Campers, yaitu mereka yang mendaki gunung, tapi baru tiba dilereng sudah berhenti untuk membuka tenda dan memutuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak.
  3. The Climbers, mereka ini adalah orang yang tidak mengenal rintangan. Ia bisa saja atau mungkin saja jatuh, tapi ia akan bangkit kembali dan melanjutkan perjalanan dan berhenti hanya ketika mencapai puncak.

Nah, sekarang mari kita menganalisis diri.  Kita lihat dimanakah kekuatan diri melalui aspek IQ, EQ, SQ dan AQ. Apakah kita memiliki keseimbangan / kematangan dari seluruh ukuran keberhasilan tersebut. Yakinilah bahwa setiap kita diciptakan istimewa oleh Sang Pencipta. Mari menggali dan mengembangkan kekuatan khusus diri kita masing-masing.

Tags: , , , , , , , ,

5 Responses to “Belajar dari Prinsip dan Kiat Sukses”

  1. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Tulisan yang mantab banget, pak. Membuat kita makin memahami di mana letak kelebihan dan kekurangan kita.
    .-= alamendah´s last blog ..Merak Hijau Keindahan Berbuah Petaka =-.

  2. ara says:

    info yang menarik, saya sudah seimbang belum ya ke-4 aspek itu?
    kayaknya sih belum, pak…
    salam kenal :-)
    .-= ara´s last blog ..The Beauty of Bora-Bora =-.

  3. KangBoed says:

    Ini die masalah iq boleh lah

    eq dan sq entu die parah banget

  4. KangBoed says:

    mudah mudahan boooooosssssss

  5. KangBoed says:

    memang kang ACHA mangstaaaaaaaaabs surantab
    .-= KangBoed´s last blog ..Kebesaran dan Keajaiban ALLAH =-.

Leave a Reply