Ber­ang­kat dari kesadaran bahwa pem­bangunan didanai uang rakyat, maka ‘Pemerin­tah yang Melayani’ bukanlah sekedar imbauan moral. Ia adalah kewajiban, kon­sekuensi logis dari tran­saksi ijab qobul amanah rakyat, yang harus dipikul dan ditegakkan.
Kesadaran akan bahaya ‘kekuasaan’ telah sering digaungkan. ”Kekuasaan cen­derung korup (menyim­pang), kekuasaan yang absolut cen­derung (menyim­pang) secara absolut. Kesadaran ini harus memenuhi ruang pemikiran dan hati kita, karena kalau pun kita lolos di dunia, namun pasti kita dicegat di ”Hari Pengadilan Akhirat”. Apalagi ada kemung­kinan besar, kita pun sulit lolos dari pengadilan dunia.
Kesadaran ini harus secara merata dimiliki oleh segenap penyeleng­gara pemerin­tahan, alim ulama, tokoh masyarakat hingga masyarakat secara keseluruhan. Sebagus apa kualitas demok­rasi kita adalah sekuat apa kita men­jaga / meng­awal amanah rakyat.
Demikian, dan selamat ber­tugas para Pengemban Amanah Rakyat.