Bencana gempa bumi telah menggetarkan nurani kita. Tidak dinyana beberapa wilayah di pulau jawa menjadi porak poranda. Gempa bumi pula telah menguak tabir. Keterharuan menghinggapi hati setiap insan. Dalam serba keterbatasan, rakyat bahu membahu mengirim bantuan. Makanan, pakaian, obat-obatan, tenda, dan tentu saja uang. Bencana ini, mengajari kita, dalam segala kemegahan apa pun, kita tidak boleh takabur. Nyawa manusia sebagai insan, bukanlah apa-apa di hadapan alam dan Sang Maha Khalik.
Berbagai komentar, dialog, dan obrolan pun kerap mengiringi peristiwa bencana. Berikut ini saya tuliskan cuplikan dialog (obrolan) di sebuah masjid kecil pasca shalat tarawih (sebelum jamaah tarawih pulang, sudah biasa ngobrol-ngobrol dulu):
“Kita berduka, bencana terus-menerus menghajar bangsa ini,” keluh si A.
“Ya, semoga bencana ini menjadi bencana yang terakhir,” sahut si B.
“Itulah yang tidak mungkin. Bencana akan terus berlangsung,” sahut si C.
“Maksudnya tidak mungkin bagaimana?” sahut si B kurang paham.
“Ya, bencana gempa memang kehendak alam. Namun bencana banjir dan longsor yang sering terjadi, kebanyakan disebabkan oleh ulah manusia,” kata si C.
“Bagaimana maksudnya, kok bencana menjadi ulah manusia?” tanya si B.
“Contohnya banjir, itu kan karena ada pihak (terutama yang bertanggungjawab pada permasalahan) yang tidak memperhatikan pengelolaan saluran air dan sungai. Memang tidak sedikit warga yang membuang sampah ke sungai-sungai hingga jadi tersumbat. Nah pas musim hujan, aliran air jadi terhenti, lalu meluap kemana-mana. Tetapi sementara itu, pihak yang bertanggung jawab pada permasalahan malah gencar mereklamasi dan mengkonversi pantai menjadi perumahan mewah, lapangan golf, mall, dan lain-lain. Akhirnya terjadi banjir deh,” kata si C menjelaskan.
“Mantap betul nih penjelasan Sdr. C ini. Lanjutin dong, biar kita semua makin mudeng alias paham,” sahut si D sembari duduk santai.
“Longsor misalnya, itu kan karena hutan-hutan terus ditebangi. Menurut salah satu LSM yang berdomisili di Jakarta sana, Pulau Jawa sudah berada dalam tahap rawan banjir dan lonsor yang parah. Apabila musim hujan datang, banyak desa-desa mengalami banjir dan tanah longsor. Itu kan diakibatkan hutan-hutan yang semakin gundul,” lanjut si C menjelaskan.
“Pulau Sumatera juga dengar-dengar sudah mulai rawan banjir dan longsor. Setelah bencana asap pembakaran hutan, Sumatera akan memasuki masa menderita banjir dan longsor. Lagi-lagi kita, rakyat lah yang akan menderita,” kata si A menambahkan.
“Makanya, kita harus kembali ke kearifan nenek moyang kita. Hutan, tanah, kebun, ladang, sungai, dan seluruh alam punya harkat dan martabat. Kita harus menghargai itu. Ayo kita tanami hutan dan bukit-bukit gundul, lereng-lereng yang terjal, dengan berbagai tanaman produktif. Kita tanami dengan pohon yang akarnya kuat dan besar-besar. Kita bikin hutan kita kaya dengan berbagai pohon buah-buahan, kayu keras, kelapa, dan berbagai jenis lainnya,” kata si B mengakhiri obrolan.
***
doooooh kejamnya suka main perkosa aja yaaaaaa
mari yuuuuuk
Manusia ini DAHSYAT RUAAAAR BIASA.. ketika ke empat unsur dalam diri manusi bergejolak tiada selaras.. bumi akan menampung dan menerima.. setelah satu saat bumi akan muntah kekenyangan
hati hati !!!!! ada apa dengan 2011 ???
xixixxixixixiiii satuju we lah
Goooo.. Gooo.. Gooo.. Greeeeeeennnn
akhirnya bisa teriak juga
yayayaya.. mungkin manusia memang super yaaaaaa.. dah tahu salah masih dikerjakan
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
Saatnya blogger turun gunung. Melakukan kegiatan nyata…
Ada yg mau jadi sponsor ga yach??
bedoa aja biar kita ga trus2an dilanda bencana
amiiinnn
ya … mari kita senantiasa berdoa ..
blogger tentunya punya kekuatan, kapasitas, dan daya dukung lainnya untuk melakukan tindakan nyata tersebut
benar-benar, manusia itu makhluk yang nggak biasa ya…
ya .. harus kita hentikan …
Salam Ramadhan Al Mubarok
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll..
haaaahaaahahahaha dukuuuuuuuuuuuuuuuuung yuuuuk.. kita bikin karya nyata
apa artinya sebuah doa tanpa perubahan dari diri MANUSIA
ikut ucapin salam buat sobatku
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
salam sobat
menarik obrolan pasca bencananya.
selamat menyambut hari raya Idhul Fitri 1430 H
minal aidhin walfaidzin