SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Obrolan Pasca Bencana
September 13th, 2009 by Abula

Bencana gempa bumi telah menggetarkan nurani kita. Tidak dinyana beberapa wilayah di pulau jawa menjadi porak poranda. Gempa bumi pula telah menguak tabir. Keterharuan menghinggapi hati setiap insan. Dalam serba keterbatasan, rakyat bahu membahu mengirim bantuan. Makanan, pakaian, obat-obatan, tenda, dan tentu saja uang. Bencana ini, mengajari kita, dalam segala kemegahan apa pun, kita tidak boleh takabur. Nyawa manusia sebagai insan, bukanlah apa-apa di hadapan alam dan Sang Maha Khalik.

Berbagai komentar, dialog, dan obrolan pun kerap mengiringi peristiwa bencana. Berikut ini saya tuliskan cuplikan dialog (obrolan) di sebuah masjid kecil pasca shalat tarawih (sebelum jamaah tarawih pulang, sudah biasa ngobrol-ngobrol dulu):

“Kita berduka, bencana terus-menerus menghajar bangsa ini,” keluh si A.

“Ya, semoga bencana ini menjadi bencana yang terakhir,” sahut si B.

“Itulah yang tidak mungkin. Bencana akan terus berlangsung,” sahut si C.

“Maksudnya  tidak mungkin bagaimana?” sahut si B kurang paham.

“Ya, bencana gempa memang kehendak alam. Namun bencana banjir dan longsor yang sering terjadi, kebanyakan disebabkan oleh ulah manusia,” kata si C.

“Bagaimana maksudnya, kok bencana menjadi ulah manusia?” tanya si B.

“Contohnya banjir, itu kan karena ada  pihak (terutama yang bertanggungjawab pada permasalahan) yang tidak memperhatikan pengelolaan saluran air dan sungai. Memang tidak sedikit warga yang membuang sampah ke sungai-sungai hingga jadi tersumbat. Nah pas musim hujan, aliran air jadi terhenti, lalu meluap kemana-mana. Tetapi sementara itu, pihak yang  bertanggung jawab pada permasalahan malah gencar mereklamasi dan mengkonversi pantai menjadi perumahan mewah, lapangan golf, mall, dan lain-lain. Akhirnya terjadi banjir deh,” kata si C menjelaskan.

“Mantap betul nih penjelasan Sdr. C ini. Lanjutin dong, biar kita semua makin mudeng alias paham,” sahut si D sembari duduk santai.

“Longsor misalnya, itu kan karena hutan-hutan terus ditebangi. Menurut salah satu LSM yang berdomisili di Jakarta sana, Pulau Jawa sudah berada dalam tahap rawan banjir dan lonsor yang parah. Apabila musim hujan datang, banyak desa-desa mengalami banjir dan tanah longsor. Itu kan diakibatkan hutan-hutan yang semakin gundul,” lanjut si C menjelaskan.

“Pulau Sumatera juga dengar-dengar sudah mulai rawan banjir dan longsor. Setelah bencana asap pembakaran hutan, Sumatera akan memasuki masa menderita banjir dan longsor. Lagi-lagi kita, rakyat lah yang akan menderita,” kata si A menambahkan.

“Makanya, kita harus kembali ke kearifan nenek moyang kita. Hutan, tanah, kebun, ladang, sungai, dan seluruh alam punya harkat dan martabat. Kita harus menghargai itu. Ayo kita tanami hutan dan bukit-bukit gundul, lereng-lereng yang terjal, dengan berbagai tanaman produktif. Kita tanami dengan pohon yang akarnya kuat dan besar-besar. Kita bikin hutan kita kaya dengan berbagai pohon buah-buahan, kayu keras, kelapa, dan berbagai jenis lainnya,” kata si B mengakhiri obrolan.

***


51 Responses  
  • Dangstars writes:
    September 17th, 20094:24 amat

    Hentikan..
    Gimana caranya…?

  • Dangstars writes:
    September 17th, 20094:25 amat

    Tewaaaakkkkzz

  • Dangstars writes:
    September 17th, 20094:27 amat

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Perlahan namun pasti postingan ini saya tulis,Kata demi kata dipersiapkan agar enak dibaca dan dihayati,Hari yang selalu dinanti sudah di hadapan,hari yang Akbar yang sangat didambakan setiap insan.Idul Fitri 1430 H telah tiba.Hari dimana kita kembali kepda Fitrah Nya.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Kami sekeluarga Mohon maaf lahir dan bathin,Apabila ada kata di postingan atau dikomentar yang kurang berkenan dihati Anda.
    Kami sekeuarga
    Dadang Supriadi
    http://dadangsupriadi.wordpress.com
    Wassalam.

  • Dangstars writes:
    September 17th, 20094:28 amat

    Mantap

  • ~noe~ writes:
    September 17th, 20093:25 pmat

    mulailah dengan menanam pohon.
    di mana saja di tempat yang kosong.
    satu pohon seribu hikmah (kaya blognya guskar saja)

  • Hariez writes:
    September 17th, 20098:18 pmat

    malam sobat..maaf jika aku baru bisa berkunjung ke rumahmu..
    kaget dan syok yg aku rasakan ketika bencana gempa terjadi dan mendapat kabar, bahwa gubuk reotku di Bandung hampir tak beratap lagi..semoga kita bisa menyelaraskan diri ini di jalan Allah SWT dan mau menjaga keseimbangan alam semesta

    -salam- ^_^

  • IwanKus writes:
    September 18th, 200912:32 amat

    penasaran…ada apa ya?

  • Mitigasi Bencana Longsor writes:
    October 11th, 200912:36 amat

    [...] Obrolan Pasca Bencana [...]

  • Tentang Bencana Longsor « dildilar writes:
    December 1st, 20113:03 pmat

    [...] atau gerakan tanah merupakan salah satu bencana geologis yang disebabkan oleh faktor-faktor alamiah maupun non alamiah. Menurut Pusat Vulkanologi [...]

  • grabatron app android writes:
    February 7th, 20129:46 amat

    Obrolan Pasca Bencana | AbulaMedia.com I was suggested this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You’re wonderful! Thanks! your article about Obrolan Pasca Bencana | AbulaMedia.comBest Regards Cindy

  • hyip investment writes:
    February 7th, 201212:35 pmat

    Obrolan Pasca Bencana | AbulaMedia.com I was recommended this web site by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my problem. You are incredible! Thanks! your article about Obrolan Pasca Bencana | AbulaMedia.com Best Regards Craig Cindy


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa