Bersyukur akan membuat kita melihat apa yang sudah kita miliki. Bersyukur akan membantu kita berpikir positif. Namun demikian, bukan berarti kita hanya bersyukur saja, tanpa pernah berusaha keras meraih apa yang belum kita raih. Dengan mensyukuri apa yang telah kita miliki memang akan membuat kita bahagia, tetapi Allah SWT tetap memerintahkan kita untuk senantiasa berusaha meraih apa yang terbaik. Allah SWT telah memberikan potensi kepada kita untuk kita pergunakan secara maksimal.
Salah satu alasan kenapa sebagian orang tidak mau meraih yang lebih baik karena ketakutan akan kekecewaan yang akan timbul. Mereka takut jika gagal mereka akan kecewa yang tentu saja akan merusak kebahagian yang telah mereka miliki, atau menjauhkan dari kebahagiaan yang justru belum mereka miliki. Padahal, kekecewaan bukan disebabkan oleh kegagalan, tetapi oleh sikap kita dalam menyikapi kegagalan tersebut.
Lihatlah, bacalah, amatilah bahwa kegagalan yang sama akan berdampak berbeda kepada setiap orang. Ada yang menangis sampai meratapi, ada yang kapok tidak berusaha lagi, ada yang membanting sesuatu, ada yang berteriak, ada yang marah-marah, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada juga yang tersenyum. Kenapa karena mereka menyikapi kegagalan dengan cara yang berbeda?
Faktor lain yang sering membuat seseorang tidak berbahagia ialah akibat dari kehilangan sesuatu. Sedih boleh saja, tetapi janganlah bersedih terus menerus, hal itu akan menyingkirkan kebahagiaan kita. Rasulullah SAW bersedih saat ditinggal anak, istri, dan paman beliau, tetapi beliau masih bisa sempat tersenyum setelah itu. Perang Uhud menyebabkan syahidnya puluhan sahabat beliau, tetapi apakah beliau kapok berperang?
Perang Uhud adalah suatu contoh peristiwa yang memuat contoh kegagalan dan kehilangan. Namun, dibalik itu semua ada berbagai hikmah yang patut kita renungi. Diantaranya, hikmah tersebut: strategi perang, soal pengorbanan, ketabahan, harga sebuah kekhilafan, sunnah perputaran, keharusan bergerak, dan siklus hidup.
Jika Rasulullah SAW beserta sahabat terbaik dididik oleh Allah SWT melalui hikmah dari suatu peristiwa, begitu juga kita yang jauh lebih perlu untuk dididik. Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.
Untuk itu, jangan takut untuk berbuat, bertindak dalam upaya menggapai segala cita-cita dan impian kita.
Sudahkan Anda bertindak untuk meraih sukses yang Anda impikan? Hikmah Apakah yang anda dapatkan? Silakan berbagi pengalaman, melalui komentar.
Dapatkan eBook-ebook Motivasi Islami di sini
Tags: bertindak, gagal, hikmah, Motivasi, perang uhud, sukses, syukur
kembaliannya recehan, gak?
kemarau-kemarau gini ada air di mana, Kang?!
gak bisa berenang, sih…
amieeennn…
pulllll juga ah…
bacalah…! demikian firman Allah pertama kepada Rosul… dengan membaca maka akan membuka dunia di depan kita,,, terimakasii kang atas pencerahannya en … salam kenal iia
yayaya…
siap…
kecewa boleh saja, asal jangan berlebihan. apapun yang berlebihan adalah tidak baik.
tetapi mawas diri dengan mengevaluasi sikap adalah hal yang fundamental sebelum mengurai akar kegagalan itu sendiri.
mantabs, kang.
maaf jarang mampir, bioenerginya lagi negatif jadi tambah ndak konsisten bw, nih
gaya batu coooooy
air mata buaya hahaha
uang besar galabagan we
pake kurupuk
ma kasih
amiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeennnng
puuuuuuuuullll tank bro
kekecewaan menimbulkan kegalauan dan meruntuhkan semangat
baca apa maaaaaaaaaas
hehehehehehe yayayayaya
blogwalking lagi bos..btw untuk meraih sukses itu relatif ya bos. semoga ngeblog juga dapet hikmah ya hehe
Onload of page my antivirus put alert, check pls.
AnnaHopn