Peristiwa gempa bumi yang terjadi pada Rabu (2/9) kemarin dirasakan pula di Desa Ciburial. Saat itu sore hari, Abula sedang berada di atas kursi kerjanya, di depan layar komputer bututnya. Ia sedang mempersiapkan content buat web barunya, DesaCiburial.com. Tiba-tiba ia merasakan tubuhnya bergoyang. Dalam hati ia bertanya, apakah ini? Tanpa berpikir panjang Abula pun bergegas ke luar ruangan. Ia bergegas menuju ke tengah-tengah halaman. Cuaca ketika itu mendung dan angin pun cukup kencang. Abula sendirian, dalam kesendirian diri Abula menyadari bahwa diri ini betapa kecil dan tak berdaya.
Tiang bendera yang berada tepat di hadapan Abula bergetar. Kabel-kabel listrik yang melintas di atas genteng bergoyang-goyang kencang. Suasana makin mencekam ketika beberapa genteng berjatuhan. Suara genteng yang pecah semakin menggetarkan hati. Tubuh tak biasa diam terus bergetar. Entah berapa lama, tepatnya hal itu berlangsung. Memang tidak lama, namun peristiwa tersebut tidak akan terlupakan. Takbir penuh ketulusan dan kesadaran pun terucap.
Setelah getaran gempa berhenti. Abula mencoba menghubungi keluarganya di rumah. Maksud hati ingin mengetahui, apakah merasakan hal yang sama dan bagaimana kondisi di rumah. Akan tetapi, telepon tidak berfungsi, padahal garis sinyal cukup kuat. Ternyata penyebabnya adalah terjadi penumpukkan permintaan layanan suara (telepon) dalam waktu yang bersamaan. Abula pun kembali ke ruangan kerjanya dan mencoba untuk mencari informasi di dunia maya. Alhamdulillah koneksi internet tidak ada masalah. Informasi yang di dapat waktu itu adalah sebuah berita pendek dari Antara, bahwa Bandung diguncang gempa.
Setelah memperoleh sedikit informasi sekaligus mengupdate status di twitter, Abula bergegas keliling desa. Ketika dalam perjalanan ada informasi bahwa beberapa rumah warga ambruk. Abula pun bergegas untuk melihat seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa di Desa Ciburial. (Desa Ciburial adalah sebuah desa yang terletak di utara kota Bandung nama lain dari Desa Ciburial adalah Dago Pakar). Dan inilah hasil dari perjalanan keliling Desa Ciburial waktu itu:



Demikian secuil kisah gempa di Desa Ciburial. Semoga para korban bencana diberi ketabahan dan kekuatan oleh-Nya. Selain itu juga, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari peristiwa alam ini.
Tambahan: Ketika ngobrol dengan para orang tua di Desa Ciburial, mereka mengatakan bahwa gempa kemarin adalah gempa terbesar yang pernah dirasakan selama perjalanan hidupnya.