gempa-299 Per­is­tiwa gempa bumi yang ter­jadi pada Rabu (2/9) kemarin dirasakan pula di Desa Ciburial. Saat itu sore hari, Abula sedang ber­ada di atas kursi ker­janya, di depan layar kom­puter butut­nya. Ia sedang mem­per­siapkan con­tent buat web barunya, DesaCiburial.com. Tiba-tiba ia merasakan tubuh­nya ber­goyang. Dalam hati ia ber­tanya, apakah ini? Tanpa ber­pikir pan­jang Abula pun ber­gegas ke luar ruangan. Ia ber­gegas menuju ke tengah-tengah halaman. Cuaca ketika itu men­dung dan angin pun cukup ken­cang. Abula sen­dirian, dalam kesen­dirian diri Abula menyadari bahwa diri ini betapa kecil dan tak berdaya.

Tiang ben­dera yang ber­ada tepat di hadapan Abula ber­getar. Kabel-kabel lis­trik yang melin­tas  di atas gen­teng bergoyang-goyang ken­cang. Suasana makin men­cekam ketika beberapa gen­teng ber­jatuhan. Suara gen­teng yang pecah semakin meng­getarkan hati. Tubuh tak biasa diam terus ber­getar. Entah berapa lama, tepat­nya hal itu ber­lang­sung. Memang tidak lama, namun per­is­tiwa ter­sebut tidak akan ter­lupakan. Tak­bir penuh ketulusan dan kesadaran pun terucap.

Setelah getaran gempa ber­henti. Abula men­coba meng­hubungi keluar­ganya di rumah. Mak­sud hati ingin meng­etahui, apakah merasakan hal yang sama dan bagaimana kon­disi di rumah. Akan tetapi, telepon tidak ber­fungsi, padahal garis sinyal cukup kuat. Ter­nyata penyebabnya adalah ter­jadi penum­pukkan per­min­taan layanan suara (telepon) dalam waktu yang ber­samaan. Abula pun kem­bali ke ruangan ker­janya dan men­coba untuk men­cari infor­masi di dunia maya. Alhamdulillah koneksi inter­net tidak ada masalah. Infor­masi yang di dapat waktu itu adalah sebuah berita pen­dek dari Antara, bahwa Ban­dung digun­cang gempa.

Setelah mem­peroleh sedikit infor­masi sekaligus meng­update status di twit­ter, Abula ber­gegas keliling desa. Ketika dalam per­jalanan ada infor­masi bahwa beberapa rumah warga ambruk. Abula pun ber­gegas untuk melihat seberapa besar kerusakan yang ditim­bulkan oleh gempa di Desa Ciburial. (Desa Ciburial adalah sebuah desa yang ter­letak di utara kota Ban­dung nama lain dari Desa Ciburial adalah Dago Pakar). Dan inilah hasil dari per­jalanan keliling Desa Ciburial waktu itu:

dampak-gempa-di-ciburial (2) dampak-gempa-di-ciburial (4)

dampak-gempa-di-ciburial (5) dampak-gempa-di-ciburial (6)

dampak-gempa-di-ciburial (22) dampak-gempa-di-ciburial (26)

Demikian secuil kisah gempa di Desa Ciburial. Semoga para korban ben­cana diberi ketabahan dan kekuatan oleh-Nya. Selain itu juga, semoga kita semua dapat meng­am­bil hik­mah dari per­is­tiwa alam ini.

Tam­bahan: Ketika ngobrol dengan para orang tua di Desa Ciburial, mereka meng­atakan bahwa gempa kemarin adalah gempa ter­besar yang per­nah dirasakan selama per­jalanan hidupnya.

Related Post